Latest News

Sanksi Teguran Serta Pembubarab Acara Hajatan Di Lakukan Oleh Aparat Gabungan

 


Argomulyo,Salatiga-Aparat Gabungan Satgas Penanganan Covid-19 membubarkan acara pernikahan warga yang tidak memiliki izin serta melanggar aturan PPKM yang digelar di RT 05/02 Promasan Kelurahan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo,Salatiga,Minggu (24/01)

”Kami bubarkan, karena acara yang digelar di tepi jalan itu tidak memiliki izin serta undangan yang hadir melebih Kuota,” kata Babinsa Kumpulrejo 

Menurut dia, acara seharusnya mengacu protokol kesehatan dengan dasar Perwali No I Tahun 2021 , yakni hanya melaksanakan kegiatan resepsi pernikahan dengan kuota undangan yang sudah ditentukan.

”Namun, dalam pelaksanaannya kegiatan resepsi pernikahan itu melibatkan tamu undangan melebihi kuota serta tidak memiliki ijin. Kami tidak mengeluarkan rekomendasi sehingga kami bubarkan,” tambahnya

Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh Carik serta Kasi Trantib kecamatan Argomulyo Bayu Permadi ,Anggota Koramil 16/Tingkir,Polsek Tingkir serta Satpol PP

Sementara itu, Danramil 16/Tingkir Kapten Cba Muhamad Qurdi mengakui, PPKM belum sepenuhnya efektif. Sebab, masih banyak masyarakat yang nongkrong, seperti di kompleks kafe dan warung serta angkringan

”Oleh karena itu, nanti kami operasi terus, kalau pengunjung kafe dan sejenisnya kapasitasnya melebihi ketentuan akan kami tindak dan pengunjung akan kami himbau untuk membubarkan diri,Ujar Aiptu Suprapto yang di dampingi oelh Babinsa Kumpulrejo Serda Sakiman

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Salatiga, membubarkan acara hajatan warga karena tidak ada izin dan melanggar kebijakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).

Selama masa PPKM berlaku, semua aktivitas warga yang mengumpulkan massa sama sekali dilarang dan warga wajib menjalankan semua protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

”Kami ambil tindakan tegas sebagai efek jera. Supaya kejadian ini menjadi pembelajaran bagi yang lain,” ujar Bayu Permadi

Saat pembubaran terjadi, tamu undangan acara hajatan itu cukup banyak. Keluarga pemilik acara hajatan maupun tamu undangan duduk berkumpul, bahkan tanpa jarak sebagaimana ketentuan Satgas Penanganan Covid-19. Selain tidak berizin, massa berkerumun satu-sama lain, para tamu juga banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Saat disinggung sanksi yang diberikan pada pemilik hajatan, Kasi Trantib mengatakan, pihaknya hanya memberikan teguran. ”Yang bersangkutan telah diberikan peringatan, lalu membuat pernyataan tidak mengulangi lagi. Kooperatif,” pungkasnya.(pendim0714)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar