Latest News

Babinsa Pojok Sari Dampingi Sosialisasi Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah



Hampir dua tahun ini, para petani Desa Pojok Sari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang dan sekitarnya dihadapkan dengan masalah rumit yang membuat mereka gelisah, yaitu hama tikus. Tikus bukan hanya membunuh padi, tetapi juga perekonomian keluarga,bisa dibayangkan apabila padi yang sudah siap panen harus rusak dan hancur dikarenakan batang padi nya dimakan oleh hewan pengerat ini.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Babinsa Kelurahan  Pojok  Sari Sertu Yukberi mendampingi Kunjungan Komisi B Prov. Jateng  ke Kelompok tani  NGUDI MAKMUR .Dusun ngablak  , Kel .Pojok Sari kecamatan Ambarawa  Dalam Rangka Penanggulangan Hama tikus,Rabu (29/08)


Kegiatan Sosialisasi cara membasmi Hama Tikus tersebut selain di hadiri oleh Dinas pertanian Prov. Jateng,Dinas Pertanian Kab. Semarang,PPL Kec .Ambarawa, serta  Camat Ambarawa juga dihadiri oleh para petani desa Pojok Sari.


Tikus sawah sampai saat ini masih menjadi hama penting pada tanaman padi di Indonesia. Sebaran populasinya cukup luas dari dataran rendah sampai pegunungan, dari areal sawah sampai di gudang/perumahan.  selanjutnya tiap tahun terjadi peningkatan kerusakan tanaman padi dengan intensitas serangan sebesar 35%. Pengendalian yang sesuai untuk saat sekarang adalah pengendalian hama tikus terpadu, dengan komponen pengendalian kultur teknis, hayati, mekanis, dan kimiawi.

Hal tersebut disampaikan oleh Petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah di hadapan para petani,
"Meminimalkan tempat persembunyian/tempat tinggal. Ukuran pematang sebaiknya mempunyai ketinggian sekitar 15 cm dan lebar 20 cm, pematang seperti ini tidak mendukung tikus dalam membuat sarang di sawah, sebab kurang lebar dan kurang tinggi bagi mereka, sehingga tidak nyaman. Mereka memerlukan paling tidak tinggi dan lebar pematang sekitar 30 cm. Lahan yang dibiarkan tidak diolah juga menjadi sarang yang nyaman bagi tikus untuk sembunyi. Oleh karena itu pengolahan tanah akan mempersempit peluang menjadi tempat persembunyian mereka." pungkasnya.(Pendim0714)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar