Latest News

Apa Itu Sekolah Lapangan Padi Organik?


Sosok Sekolah Lapangan merupakan sebuah “sekolah tanpa dinding”, sehingga ruang kelas sekaligus perpustakaannya, adalah lahan sawah itu sendiri.  Peserta Sekolah Lapangan berkumpul satu kali seminggu selama satu musim (12-14 minggu) untuk mengikuti dan menganalisa perkembangan tanaman mereka, fase demi fase.  Sekaligus mereka mendalami berbagai prinsip yang terkait dengan perkembangan tanaman seperti dinamika populasi serangga, fisiologi dan kompensasi tanaman, pemeliharaan kesuburan tanah, pengaruh air dan cuaca, pemilihan varietas, dan lain-lain, melalui eksperimen-eksperimen yang mereka lakukan sendiri.  Selain kegiatan pokok, serangkaian kegiatan (topik khusus) dilakukan sesuai dengan masalah-masalah khusus yang dihadapi di setiap tempat. Yang selalu nampak pada Sekolah Lapangan adalah peran aktif petani sebagai pelaku, peneliti, pemandu, dan manajer lahan yang ahli.  Materi “pengembangan manusia” tidak kalah penting dengan ilmu pertanian dalam penyelenggaraan Sekolah Lapangan, sebagaimana tercermin dalam kegiatan perencanaan, dinamika kelompok dan sebagainya.

Berkaitan dengan hal tersebut desa Cabean  kelurahan  mangunsari Kec.Sidomukti Kota Salatiga dirumah  reni pok Tan Gotong royong dilaksanakan acara Pertemuan ke 1 Pembukaan  Pelatihan Sekolah lapang (SL ),Rabu (24/04) Padi Organik. kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian kota Salatiga dihadiri oleh Babinsa Cabean Serda Zubairi,Babinkamtibmas Cabean,Bapermas mangunsari, Koordinator penyuluhan pertanian. Bpk Hariyanso sp
PPL se Kota salatiga,. Ketua Rw 01 Cabean serta warga yang tergabung dalam Gapoktan Gotong royong.

Dikatakan oleh Joko Purnomo Pola Sekolah Lapangan dirancang sedemikan rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya.

"Dengan demikian, pola pendidikan Sekolah Lapangan bukan sekedar “belajar dari pengalaman”, melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang kesemuanya adalah orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini penting, karena jaman ini sarat dengan unsur perubahan.  Diharapkan agar proses Sekolah Lapangan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan" tambahnya (Pendim0714)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar