Latest News

Muscab LVRI Kabupaten Semarang



Pada tanggal 14 Januari 2019 pukul 09.00 di RM. Cikal Gading Jl. Fatmawati No.81 Kec. Tuntang Kab. Semarang telah berlangsung Musyawarah Cabang IV Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kab. Semarang tahun 2019 dengan tema "Dengan Semangat Juang 45 Kita Tingkatkan Citra LVRI Dalam Suatu Kepengurusan Yang Solid Sebagai Pejuang Bangsa" dihadiri 100 orang. 

Acara tersebut dihadiri oleh, Dr. H. Mundjirin  ES, Sp.OG (Bupati Semarang), Bambang Sadono (Anggota DPD RI dari Jawa Tengah),AKBP Adi Sumirat S.I.K, M.H.  MM (Kapolres  Semarang),Drs. Haris Pranowo (Kakan Kesbangpol Kab. Semarang),Kolonel (Purn ) H.M Munajad, SIP (Ketua DPD LVRI Jateng),H. M Samsudin (Ketua PPAD Jateng),Peltu (Purn) H.M Murtaki  (Ketua DPC  LVRI Kab. Semarang), Kapten Arh Widarto (Danramil 05/Tuntang),Kapten Arh Sunaryo Danramil 09/Ambarawa,Kapten Zeni Wachidin (Perwakilan Minvet Salatiga) serta  Anggota LVRI Kab. Semarang .

Dalam sambutannya Kolonel (Purn ) H.M Munajad, SIP (Ketua DPD LVRI Jateng) menyampaikan,Musyawarah cabang ini dalam rangka sudah selesainya massa bhakti periode 5 tahun 2014-2019, sesuai dengan AD/ART yang telah ditetapkan, dimana LVRI organisasi pejuang jadi harus tetap solid dan selalu menjaga kekompakan demi bangsa dan negara ,

LVRI adalah semangat pejuang, diharapkan siapa pun yang terpilih dalam Muscab ini semua harus saling membantu dan mendukung dalam pelaksanaan tugas.


Program LVRI menanamkan jiwa semangat juang nasionalisme kepada anak-anak sekolah, diharapkan anak-anak generasi penerus bisa mewarisi jiwa-jiwa semangat juang LVRI.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Semarang,  Dr.H.Mundjirin ES, Sp.OG mengatakan,

 Bahwa point utamanya adalah bagaimana proses pewarisan nilai semangat juang angkatan 45 yang identik dengan LVRI tersebut dapat berlangsung, terutama pada remaja usia SMP dan SMA, yaitu dengan secara langsung melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, sehingga bisa menanamkan jiwa patriotisme dan rela berjuang demi negara dan bangsa .


Tidak dipungkiri bahwa sejarah perjuangan dan semangat kejuangan dapat dipelajari melalui literatur, atau buku-buku. Tetapi mendengar secara langsung dari pelakunya akan memberikan suasana kebatinan yang berbeda. Pewarisan semangat juang angkatan 45 masih sangat relevan bila dikaitkan dengan situasi, dimana seluruh komponen bangsa tengah giat melaksanakan pembangunan di berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Pendim0714)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar