Latest News

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi Polres Salatiga






Pada hari Jumat tanggal 21 Desember 2018 pukul 07.45 s.d 08.50 WIB bertempat di Lapangan Upacara Polres Salatiga telah berlangsung kegiatan  Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Candi 2018 Polres Salatiga, sebagai komandan Apel Kasatlantas polres Salatiga AKP. Marlin S. SH dengan pimpinan pengambil apel adalah Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono, S.E.M,Si.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0714 Mayor Kav Burhanudin, ST, Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono, SE.,M.Si,Ka Kesbangpol Kota Salatiga Agung Nugroho
Kajari Salatiga, Dan Denpom Salatiga Letkol CPM (K) Asmin Tapahing, Ka Kemenag Salatiga,Toga Tomas dan tamu undangan lainnya.

Apel Gelar Pasukan ini melibatkan , 1 SST Ton Perwira Polres Salatiga,1 SST Kodim Salatiga, 1 SST Denpom Salatiga,1 SST Bhabinkamtibmas,1 SST Staf Polres Salatiga.
1 SST Intelkam dan Reskrim,1 SST Satpol PP,1 SST Dishub Salatiga,1 SST Banser.
1 SST  Satpam Gada Pratama,1 SST  Bhayangkara, serta Pasukan Ranmor dan KBM ambulans dan Damkar.

Amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.,  yang di bacakan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono, S.E.M,Si

"Puji dan syukur kita ucapkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya pada hari ini kita dapat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2018 dalam suasana yang
penuh dengan semangat kebersamaan. Apel Gelar Pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini, merupakan momentum penting untuk meninjau kesiapsiagaan personel, melakukan pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, serta guna memperkuat soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

"Sebagaimana kita ketahui, situasi menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional. Realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi,serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan. Kondisi ini memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian kita bersama.

Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyamakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan dengan lancar. Soliditas dan sinergisitas yang baik di antara para pemangku kepentingan, menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan Dalam kaitan tersebut, Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi "Lilin 2018", yang melibatkan 167.783 personel pengamanan. Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019, kecuali pada 13 Polda Prioritas, yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua, dimana kegiatan operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018.

Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan di antaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping Ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes sepert
pencurian, pencopetan, dan sebagainya. Upaya cipta kondisi seperti Operasi Zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras, dan petasan telah dilaksanakan. 

e.Namun demikian, keberadaan pos-pos pengamanan dan pelayanan tetap harus dilakukan. Di samping itu pula, penegakan aturan terkait tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol perlu dilakukan secara bersama -sama dengan pemerintah daerah setempat.
Terkait dengan aksi terorisme, peran Satgas Anti Teror
Polda jajaran perlu untuk ditingkatkan. Upaya-upaya preemtive strike terhadap seluruh jaringan pelaku teror perlu dilakukarn untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Selain itu, guna meningkatkan keamanan personel di lapangan, perlu diterapkan buddy system dan peningkatan kewaspadaan personel Terhadap potensi aksi sweeping oleh Ormas tertentu, perlu dilakukan imbauan kepada para tokoh ormas agar tidak melakukan upaya sweeping, melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, petugas kepolisian yang menerima laporan segera merespon sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Demikian pula dalam menjaga dan mencegah terjadinya kecelakaan moda transportasi baik di darat, laut, dan udara. Saya berharap, jajaran kepolisian dan stakeholders terkait dapat melaksanakan upaya proaktif, guna menjamin terwujudnya moda transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat

Sedangkan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan yang banyak dipengaruhi oleh kelancaran suplai dan distribusi, saya menekankan agar seluruh jajaran terus melakukan kegiatan pendampingan dan operasi pasar secara bersama dengan seluruh instansi terkait. Jika perlu, lakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku penimbunan, monopoli, dan mafia pangan secara tepat, yang tidak menimbulkan dampak kontra produktif. Terakhir, terkait dengan kelancaran arus mudik dan arus balik, dengan telah terbangunnya jalan tol di sepanjang Pulau Jawa, maka potensi kemacetan dan kecelakaan dalam pengamanan Operasi Lilin 2018 kali ini, cenderung lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini jangan membuat kita lengah, untuk itu lakukan monitoring dan pengamanan pada titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang telah dipetakan, serta laksanakan manajemen dan rekayasa arus lalu lintas yang tepat.(Pendim 0714)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar