Latest News

Pejuang Kemerdekaan Bersama Satgas TMMD




SALATIGA - Kemerdekaan bangsa Indonesia tak lepas dari tonggak sejarah para perjuang dikala waktu itu dengan mati-matian membela tanah air supaya merah putih tetap berkibar di negeri yang kita cintai ini. Apa jadinya di era kemerdekaan para pejuang hanya tinggal sebuah cerita, tetapi keberadaannya justru tidak diperhatikan, bahkan dirinya harus kembali terjajah dengan kemiskinan.

Seperti yang dialami mbah Kamto (91) dirinya adalah seorang pejuang dia tinggal di dusun Klirang desa Tegalsari kecamatan Karangede kabupaten Boyolali  yang berbatasan dengan desa Bonomerto kecamatan Suruh kabupaten Semarang ini. Mbah kamto yang sehari-harinya tidak mempunyai pekerjaan tetap, makan dan apa-apa sekarang ikut bersama anaknya. Dalam beberapa hari ini semenjak ada Satgas TMMD Reguler ke-102 Kodim 0714/Salatiga berada di desa Bonomerto wajah mbah Kamto selalu hadir mengisi berbagai cerita pada saat beliu berjuang, bertempur dengan bambu runcing (senjata yang saat itu belum modern).

Mbah Kamto yang rumahnya tidak jauh dari rumah bapak Pardi warga dusun Karangdawung desa Bonomerto yang mendapatkan program rumah tidak layak huni (RTLH) selalu berada dan ikut dalam kegiatan sembari biar dekat dengan TNI dan mengenang masa dulu. Serda Agung mendengarkan pengalaman-pengalaman mbah Kamto saat berjuang mewujudkan kemerdekaan. Saya senang TNI bisa dekat dengan rakyat, karena TNI juga berasal dari rakyat jadi harus bersatu bersama rakyat. Dan semoga Program ini semoga bermanfaat bagi warga masyarakat.

“Mbah itu dulu juga ikut mengisi kemerdekaan, membangun bangsa yang bermartabat dan (hehehe) rumah mbah ikut direhap juga ya nak karena rumbah mbah juga jelek," ujar mbah Kamto sambil tertawa. “Semoga perjuangan mbah Kamto menjadikan amal ibadah dan kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas pengorbanan mbah waktu ikut merebut kemerdekaan. Kucuran keringat, darah serta rela mengorbankan harta benda serta nyawa. Panjang umur dan sehat selalu buat mbah," imbuh serda Agung kepada mbah Kamto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar