Latest News

Seminar Wawasan kebangsaan dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsan tahun 2017 Di Kota Salatiga

Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 pukul 08.30 Wib bertempat di Lantai 4 Gedung Sekda Pemkot Salatiga telah berlansung Seminar Wawasan kebangsaan dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsan tahun 2017 yang di selenggarakan oleh Kesbangol Kota Salatiga di hadiri lebih kurang 75 orang.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris kesbangpol Salatiga  Drs. Kun Prasetyo, Pasi inteldim 0714/ Salatiga Lettu Cpm. Sarjono, Bapak George Nicholas Huwae S.Pd., M.I.Kom Dosen UKSW, Dr. Miftahudin, M.Ag Dosen IAIN Salatiga,Perwakilan dari ormas, FKUB, FPBI, ANSOR, Fatayat, Nasyiayutul aisyah, Banser, PMII dan HMI.


Inti materi yang di Sampaikan oleh Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav. Asjur Bahasoan yang disampaikan oleh Lettu Cpm Sarjono dengan judul,''Pola Gerakan Radikal dan Komunis.'' 
Defenisi Radikalisme adalah  Paham atau aliran yang menginginkan perubahan sosial politik dengan cara keketasan atau dratis. Radikalisme dalam bahasa Inggris radikal bisa berarti ekstrim, menyeluruh fanatik revolusioner, ultra atau fundamental serta radikalisme miliki makna doktrin atau pratik penganut faham radikal atau ekstrim,  Radikalisme Islam di Indonesia, berakar dari DI/ TII, NII, Penegakan Daulah Islam, suda  ad sebelum WTC, pemberontakan DI/TII, Pelemparan Granat terhadap Presiden, Pembajakan Garuda Bom Candi Brobudur dll, tekanan rezim Orde Baru lari ke malaysia dan di malaysia membentuk JI, Konsolidasi, kirim pemuda ke Pakistan dan Afganistan, mendirikan kamp Latihan di Mindanao, pasca orde bari mereka kembali ke Indobesia, setelah reformasi ISIS berlarian dengaj Santoso di Poso, Aktifitas Kelompok Radikal Pasca Orde Baru, Mempaatkan situasi terbuka dengan mengatasnamkan Demokrasi, situasi di darah komplek seperti Ambon dan Poso  kirim personil, logistik dan sebarkan ajaran radikal aksi kekerasan oleh personal terlatih dari Afghanistan dan Mindanao, Faktor penyebab berkembangnya radikalisme di Indonesia di sebabkan adanya keagaman dan kebudayaan banyak gerakan dan idiologi transnasional yang masuk ke Indonesia.

ANTISIPASI DAN SOLUSI Upaya Menangkal Radikalisme dan Komunisme, Penguatan Aksi Bersama Lintas Komunitas Iman, Kemah Pemuda Lintas Iman perlu diprogramkan untuk memberi pengalaman nyata menghargai satu sama lain, melakukan kegiatan solidaritas kemanusiaan bersama di antara umat beragama, misalnya memberi bantuan kemanusiaan bersama terhadap korban kebakaran, bencana alam, dan sebagainya, Melakukan kajian dan diskusi agama-agama dalam suasana saling memahami satu sama lain, Penegakan Hukum, Keadilan, Tindakan Pencegahan, Penegakan hukum bagi pelaku kejahatan kemanusiaan secara adil,Upaya deradikalisasi, pencegahan dan penanggulangan secara terstrutur, dan sistematis melibatkan semua unsur masyarakat,  Meningkatkan keadilan hukum, ekonomi, dan sosial di tengah masyarakat. Senin (30/10)#pendim0714


Tidak ada komentar:

Posting Komentar